Berbagi Segala Informasi Dari Bojonegoro

PEMELIHARAAN

Akibat Tidak Ada Dinas Pemeliharaan

           Musim selalu berganti, dan pergantian musim selalu menimbulkan efek di bidang pembangunan daerah.   Misalnya ketika musim panas, semua sektor pembangunan akan bertarung dengan kondisi tanah yang ada, jalan dan gedung bisa berubah menjadi retak akibat kondisi tanah di musim panas, belum juga efek yang dirasakan oleh para petani. Dilain sisi ketika musim penghujan juga menimbulkan banyak efek dibidang pembangunan daerah, seperti halnya jalan berkecembong, tanah penahan jalan yang longsor, bangunan yang roboh karena terimpa pohon yang tumbang. Ketika melihat kondisi seperti itu sangatlah penting kiranya pemerintah melakukan pemeliharaan, sehingga dapat meminimalisir anggaran tanpa adanya mengeluarkan anggaran rehabilitasi atau rehab total.
          Pemerintah memiliki banyak anggaran untuk melaksanakan pembangunan di tiap - tiap daerah, guna menciptakan kenyamanan sarana dan prasarana warganya. Akan tetapi ketika sarana prasana tersebut sedikit saja mengalami kerusakan dan tidak cepat dipelihara maka akan menimbulkan efek yang fatal. Misalnya jalan yang telah dibangun pavingsasi, ketika musim kemarau maka paving akan berhamburan dikarenakan tanah yang kering dan pecah pecab dalam bahasa kampung "nelo", dilain sisi ketika musim penghujan maka jalan paving akan berkecembong dan paving akan lenyap ditelan tanah. Bila hal tersebut diabaikan dan tidak segera dilakukan pemeliharaan maka yang terjadi adalah kerusakan, yang pada akhirnya pemerintah harus melakukan pembangunan ulang dan itupun akan menghabiskan banyak anggaran.
          Andai saja pemerintah memiliki Dinas Pemeliharaan, yang mana tugasnya yakni mengawasi dan melaksanakan segala pemeliharan dibidang pembangunan daerah yang sudah tidak lagi menjadi tanggungan pemeliharaan rekanan, mungkin pemerintah tak perlu melakukan pembangunan ulang dan rehabilitasi total di bidang pembangunan daerah yang pada akhirnya mengeluarkan dana APBD ratusan juta rupiah bahkan milyaran rupiah. Banyak sekali ditemukan pembangunan daerah yang telah habis masa pemeliharaan dari rekanan ternyata butuh pemeliharaan yang optimal dikarenakan kondisi cuaca, itulah mengapa pemerinah harus memiliki petugas yang melaksanakan kegiatan pemeliharaan.

          Sebenarnya warga hanya ingin menikmati hasil pembangunan daerah bukan hanya sekedar rasa senang sesaat ketika melihat terlaksannya pembangunan dikampungnya. Sekian .....
Share:

PENGUAT SINYAL HP MELALUI ANTENA SINYAL

1. Sinyal HP Yang Lemah

          Sinyal HP yang lemah memiliki banyak sekali kemungkinan yang salah satunya adalah antena sinyal cellular, sepele akan tetapi ini sangat berpengaruh. Antena sinyal Hp berfungsi tidak lain adalah untuk memperkuat penangkapan sinyal jaringan cellular. Tidak berbeda dengan perangkat electronik yang membutuhkan antena, apabila perangkat tersebut tidak diberi antena dan atau memiliki antena yang jelek maka penerimaan sinyal cellular maupun televisi akan buruk. Selain itu sinyal juga berbeda kekuatan antara tiap tiap daerah, yang sangat terlihat adalah di daerah pedalaman/pedesaan.

2. Lalu Dimana Letak Antenanya ?
        
          Sebenarnya Pihak Pabrik juga telah memfasilitasi akan terjadinya kendalah sinyal HP lemah yang dikarekan antena HP rusak (soket antena tidak konek) ataupun dikarenakan kondisi daerah yang memiliki sinyal lemah. "Lalu dimana Letak Antenanya...?", bagi yang belum tau dimanakah letak antena bantuan sinyal HP, letaknya yakni dibelakang HP dan terkadang terlihat berlubang dan terkadang diberi tutup. Nah untuk lebih jelasnya lihat gambar ini :

Lubang kecil seperti gambar diatas adalah bantuan Antena apabila sinyal pada HP menjadi lemah.

3. Lalu Bagaimana Memasang Antena Tambahan

        HP berbeda sekali dengan Televisi, kalau HP selalu kita bawa kemana mana sedangkan telivisi ditempatkan diruang tamu, adapula yang ditempatkan di kamar tidur, untuk itu tidak mungkin Antena HP kita buat seperti antena televisi. Untuk mendapatkan Sinyal yang kuat maka kita bisa lebih kreatif memberikan antena tambahan di HP. Ini juga bisa kita sebut dengan Penguat Sinyal HP, yang mana apabila HP diberi tambahan antena sinyal kemungkinan besar kemampuan untuk menangkap sinyal Celluar akan lebih kuat. Cukup kita menggunakan kawal coil yang sangat kecil yang dapat kita ambil dari Trafo pada lampu Philip atau sejenisnya, selain itu kita juga menyiapkan Lem untuk menempatkan kawat tersebut bisa menggunakan Lem "G". Caranya yakni kawat coil kita tancapkan dibagian tengah lubang antena Hp Sampai benar benar tertancap, atau kita bisa meminta bantuan tukang electronik untuk menyolderkan kawat coil tersebut pada antena handphoe. Untuk menyembunyikan kawat agar tidak bisa terliat kita bisa menempatkannya dibagian tepi tutup Casing handphone. Berikut contoh gambarnyar


Hal tersebut telah saya praktekan sendiri dan Alhamdulillah berhasil. Sinyal Hp ketika didalam rumah hanya -101dBm 6asu meningkat menjadi -89dBM 12asu dan untuk membuka youtubepun wow lancar banget...

Sekian dan Selamat Mencoba.... :)

Share:

Contoh Cara Menyusun Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS)

CONTOH SISTEMATIKA CARA MENYUSUN RENCARA KERJA ANGGARAN SEKOLAH (RKAS)



1. RKAS (Rencana Kerja Anggaran Sekolah)

      RAKS adalah kegian perencanaan kerja terkait dengan belanja sekolah sesuai dengan anggaran masing - masing sekolah. Setiap lembaga diwajibkan untuk membuat RKAS, yang selalu dilaksanakan pada setiap tahun anggaran maupun tahun ajaran. RKAS ini ditujukan yakni agar sekolah memiliki perencanaan yang tepat sehingga anggaran telah teralokasi dengan pembelanjaan yang sesuai dengan kegiatan kerja sekolah dan tidak digunakan secara tidak teratur atau dalam bahasa Bojonegoro "Ngawur".

2. Langkah - Lankah Dalam Menyusun RKAS
      Untuk menyusun RKAS dengan baik dan benar maka kita perlu memperhatikan sistematika dalam penyusunannya. RKAS yang tidak disusun secara sistematik maka hanya akan menghasilkan pembagian anggaran yang mungkin telah dianggap sesuai, akan tetapi hal ini sangat menyimpang karena RKAS sangat memperhatikan tiap tiap kegiatan yang dilaksanakan Sekolah.
      Dalam menyusun RKAS sistematikan yang harus kita perhatikan adalah, Kalender Pendidikan sebagai pedoman dalam membuat Jadwal Belanja Sekolah, Standarisasi Harga yang harus sesuai dengan daerah masing - masing, kemudian Analisa kegiatan dan harga, kemudian membuat sebuah Rencana Anggaran Belanja Selama 1 Tahun setelah itu baru kita Ringkas menjadi RKAS.

Pertama, Kalender Pendidikan



      Kalender pendidikan ini berfungsi sebagai pedoman kita dalam membuat perencaan Pembelanjaan sekolah, selain kalender pendidikan kita juga bisa berkoordinir dengan UPT Dinas Pendidikan Kecamatan maupun Dinas Kabupaten terkati kegiatan yang akan dilaksanakan selama 1 Tahun kedepan.

Berikut Contoh Jadwal Kegiatan Belanja Sekolah





Kedua, Standar Upah dan Harga



      Standar Upah dan Harga ini sangatlah penting, dikarenakan disetiap masing-masing Daerah pasti memiliki standar upah dan harga yang telah ditetapkan oleh Bupati masing masing. Dalam RKAS kita juga harus memperhatikan hal ini dikarenakan apabila kita dalam menyusun RKAS dengan jenis belanja yang melebihi Standarisasi Harga, maka kita dapat dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.



Ketiga, Analisis Kegiatan dan Harga

      Setelah kita membuat jadwal dan mengetahui standar upah dan harga, kita dapat memasukannya dalam sebuah analisa belanja yang kita sesuaikan dengan jenis-jenis kegiatan yang ada di Lembaga kita masing masing. Dalam membuat analisa kita harus benar-benar mengetahui Aturan tentang barang apa yang diperbolehkan untuk dimasukan dalam kebutuhan belanja sekolah, kita dapat mengetahuinya dengan melihat Juknis BOS, atau Juknis Anggaran yang lain.

Berikut Contoh Analisa Kegiatan Dan Harga


Setelah analisa kita buat, maka kita bisa mendapatkan Jumlah Harga di setiap kegiatan yang ada di Lembaga kita masing - masing. Kenapa kita membuat analisa sendiri, hal ini dikarenakan pemerintah belum mengeluarkan SNI Analisa terkait dengan Kegiatan Sekolah.

Selanjutnya, Membuat Rencana Anggaran Belanja (RAB) Selama 1 Tahun

Setelah kita membuat analisa dan kita memperoleh harga di setiap masing masing kegiatan, kita dapat memasukannya kedalam RAB selama satu tahun, tentunya kita harus memperhatikan daripada jadwal yang telah kita buat dari awal tadi.

Berikut Contoh RAB selama 1 Tahun

Setelah RAB kita selesaikan maka kita tinggal memasukan kedalam Form RKAS yang lebih ringkas sebagai pedoman Alokasi Belanja Sekolah kita selama 1 tahun ke depan.

Sekian, Salam Bojonegoro Matoh

Share:

GURU PNS DAN GTT

GURU & OPERATOR SEKOLAH

   Pemerintah Indonesia semakin lama semaki berkembang dipandang dari segi tekhnologi. Di lingkungan kerja saya yakni di Dinas Pendidikan tepatnya di Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro yang dulu masih jadul dalam IT sekarang sudah mulai berkembang, perkembangan ini meliputi timbulnya beragam aplikasi yang memaksa guru untuk menggunakan Laptop dan Internet. Efek yang timbul akibat perkembangan ini ialah :
1.       Guru yang telah usia di atas 50 Th sangat kesulitan dalam mengikutinya.
2.       Pekerjaan guru semakin tambah yakni setiap diterbitkan aplikasi baru guru harus selalu mengadakan sosialisasi dan belajar terkait aplikasi
3.       Timbulah Guru yang bernama Operator.
Berbagai aplikasi yang ada di ruang lingkup Dinas Pendidikan Kab. Bojonegoro diantaranya adalah Dapodikdas, Padamunegeri, Aplikasi UN, Aplikasi Raport, Aplikasi SKP, Aplikasi PKG, dan lain sebagainya. Akibat yang menonjol daripada perkembangan ini adalah ketidak mampuan Guru yang telah berusia diatas 50Th yang mana tidak memiliki dasar tentang IT menjadi kesulitan dalam mengikutinya. Sehingga guru yang merasa kesulitan ini memilih alternatif yakni membayar orang lain untuk mengerjakanya, dalam bahasa desa saya adalah “ Njaitno”. Alternatif lain adalah tanggungjawab tersebut dilimpahkan ke Guru yang mendapat tugas tambahan yakni Operator. Akan tetapi Pemerintah tidak mengakui secara legalitas terkait adanya Operator, dikarenakan kebanyakan Guru yang menjadi Operator adalah GTT (Guru Tidak Tetap). Mereka yang menjadi GTT yang pada awalnya berniat mengabdi dan mau digaji dengan gaji yang sangat minim ini akhirnya harus mau karena mereka dianggap masih muda dan mampu dalam lah IT.

Mari kita bayangkan sejenak, GTT digaji sebesar Rp.200.000 per bulan, sedangkan pekerjaannya terbilang Dobel yakni sebagai Guru dan Sebagai Operator. Sedangkan mereka guru yang telah berusia 50Th keatas yang telah PNS digaji sekitar Rp.3-4Jt per bulan. Pekerjaan GTT sama dengan mereka para PNS bahkan lebih akan tetapi kenapa Pemerintah memberikan Gaji yang  tidak layak. Kalau saja pemerintah menginginkan kemajuan alangkah baiknya merekat merekrut Pegawai Negeri Sipil dengan malukan tes kemampuan IT, sehingga bisa efektif dalam mengikuti kemajuan zaman. 
Share: